LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN PROGRAM KEGIATAN KEPEMUDAAN
“KARANG TARUNA ERSATUBA”
NAMA : DWI WAHYU WIJAYA
NIM :
822497206
POKJAR : MRANGGEN
UPBJJ :
SEMARANG
Laporan
ini diterima dan disahkan oleh Tutor Mata Kuliah Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan
pada :
HARI :
TANGGAL :
Sebagai
persyaratan untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Pembelajaran Berwawasan
Kemasyarakatan. Program S1PGSD, Pokjar Mranggen, Kabupaten Demak, UPBJJ UT
Semarang, Tahun 2014.2
Mengetahui
TUTOR
Mahasiswa
SUKIMAN
DWI
WAHYU WIJAYA
ID. 42501730 NIM.
822497206
I
SURAT PERNYATAAN
Yang
bertandatangan di bawah ini :
NAMA : DWI WAHYU
WIJAYA
Tempat
/ Tanggal Lahir : DEMAK
31-01-1992
NIM :
822497206
POKJAR : MRANGGEN
UPBJJ : SEMARANG
Bahwa
saya benar – benar melakukan praktik Program Kepemudaan dengan karang taruna
Di Alamat Desa Bandungrejo RT.04/RW01
Kelurahan Bandungrejo
Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak
Provinsi Jawa Tengah.
Demikian
pernyataan ini saya buat semoga dapat dipergunakan dengan sebaik – baiknya.
Mengetahui
Ketua
RT.04/RW.01 Mahasiswa
MARSIDI DWI
WAHYU WIJAYA
II
KATA PENGANTAR
Penulis
mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia –
Nya sehingga tugas berupa Laporan Praktik Program Kepemudaan sebagai salah satu
persyaratan mendapat nilai untuk mata kuliah Pembelajaran Berwawasan
Kemasyarakatan dapat diselesaikan tepat
pada waktunya.
Pada
kesempatan yang berbahagia ini penulis mengucapkan terima kasih terutama kepada
Bapak Sukiman, SPd, MPd. Selaku tutor dalam mata kuliah Pembelajaran Berwawasan
Kemasyarakatan atas bantuan dan bimbingannya sehingga tersusunlah Laporan
Praktik ini.
Ucapan
terima kasih penulis ucapkan juga kepada yang terhormat :
1. Bapak
Marsidi selaku Ketua RT 04/RW 01 tempat kami melakukan
praktik
2. Karang
Taruna Bandungrejo
atas partisipasinya yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu.
3. Seluruh
rekan – rekan mahasiswa Program S1PGSD Pokjar Mranggen yang telah memberikan dukungan
baik moral maupun spiritual sehingga terselesaikannya Laporan Praktik ini.
Penulis
menyadari bahwa dalam penulisan Laporan Praktik Program Kepemudaan ini masih
terdapat kelemahan dan kekurangan untuk itu kritik dan saran sangat diharapkan
dari para pembaca. Demikian tugas ini kami sampaikan atas perhatian dan
kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.
Mranggen, November 2014
Penulis
III
DAFTAR ISI
HALAMAN PENGESAHAN .............................................................................................
I
SURAT PERNYATAAN
....................................................................................................
II
KATA PENGANTAR
........................................................................................................
III
DAFTAR ISI
........................................................................................................................
IV
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................................
1
A.
Latar
Belakang ……………………………………………………………………. 2
B.
Tujuan
Umum
…………………………………………………………………….. 2
C.
Tujuan Khusus …………………………………………………………………….
2
D.
Hasil Pembinaan Kepemudaan
…………………………………………………... 2
BAB II PELAKSANAAN PROGRAM …………………………………………………
3
A. Tempat Dan Waktu Pelaksanaa Program ………………………………………. 3
B.
Materi,
Pelatihan / Kegiatan ……………………………………………………... 5
C.
Strategi
dan Deskripsi Jalannya Kegiatan ………………………………………. 7
BAB III TEMUAN DAN HASIL …………………………………………………………
8
A.
Temuan
/ Hasil Evaluasi Proses …………………………………………………... 8
B.
Temuan
/ Hasil Evaluasi Produk …………………………………………………. 8
C.
Pembahasan
………………………………………………………………………... 9
D.
Gambar
Kegiatan …………………………………………………………………. 10
BAB IV KESIMPULAN, SARAN, TINDAK
LANJUT ………………………………. 15
A.
Kesimpulan
………………………………………………………………………... 15
B.
Saran
………………………………………………………………………………. 15
C.
Tindak
Lanjut …………………………………………………………………….. 15
IV
BAB V LAMPIRAN – LAMPIRAN …………………………………………………….
16
A. Daftar Anggota Yang Mengikuti Program Kepemudaan ……………………… 16
B.
Foto
copy Kartu Tanda Penduduk ……………………………………………… 17
C.
Daftar Hadir
………………………………………………………………………. 18
V
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Pemuda
sebagai salah satu modal dasar pembangunan perlu dihimpun dan dibina agar
mereka benar-benar mampu mengambil peran aktif dalam pembangunan di daerah,
untuk itu diperlukan konsep yang tepat dalam pembinaan kepemudaan agar
keberadaannya benar-benar dapat menumbuhkembangkan motivasi dan kreativitas
pemuda.
Selama ini peran Lembaga Kepemudaan
belum berperan aktif dan belum menampakan hasil yang nyata, padahal pemuda
adalah generasi penerus dan berpotensi besar dalam pembangunan daerah karena
usianya yang produktif.
Pada
kenyataannya masih banyak pemuda yang hanya membuang-buang waktunya dengan
hal-hal yang negatif seperti narkoba, seks bebas dan kenakalan ramaja yang
lainnya.
Karena hal itulah, akhirnya penulis
mencoba untuk mengadakan pelatihan atau bimbingan terhadap para pemuda yang berada
di Desa Bandungrejo RT.04 RW.01, Kec. Mranggen, Kab. Demak.
Sablon merupakan salah satu jenis industri cetak
(printing) dimana sablon menampung order cetakan yang tidak mungkin dicetak
oleh industri menengah dan besar, karena sablon dapat mencetak order dari
beberapa lembar hingga ratusan lembar dengan biaya produksi yang relatif lebih
murah. Dengan
kegiatan sablon di harapkan untuk pemuda-pemudi karang taruna desa Bandungrejo RT.04 RW.01 Kec.
Mranggen Kab. Demak mempunyai ketrampilan dan wawasan
di bidang sablon menyablon, sehingga mempunyai bekal di kemudian hari.
Sebagai generasi muda harapan bangsa
yang meneruskan estafet perjuangan generasi pendahulunya. Peran generasi muda
untuk meneruskan masa depan bangsa menjadi sangat penting baik di lingkungan
sekolah maupun masyarakat. Dengan diadakannya kegiatan kepemudaan ini
diharapkan generasi muda menjadi generasi yang proaktif, kreatif, dan bijaksana
agar mampu bersaing dalam menghadapi tantangan demi kemajuan bangsa.
Dalam proses ini para remaja di
harapkan mampu mengenal, mempelajari dan mengetahui alat-alat dan cara sablon
menyablon dengan baik, untuk itu diharapkan bekal atau ilmu sablon menyablon
yang sudah diberikan bisa bermanfaat bagi para remaja, lebih baiknya lagi bisa
membuka sablon atau pun kursus sablon menyablon.
B.
Tujuan Umum
·
Menambah wawasan pengetahuan dan ketrampilan generasi
muda.
·
menambah ketrampilan remaja khususnya di bidang sablon.
·
Meningkatkan potensi pemuda dalam kewirausahaan,
kepeloporan.
·
Melatih sikap mandiri, bekerjasama, kebersamaan dan
kekeluargaan.
C.
Tujuan Khusus
·
Mengenalkan pada remaja berbagai jenis peralatan
sablon.
·
Mampu membuat sablon dengan baik sesuai dengan yang
telah diajarkan
·
Menambah ketrampilan remaja khususnya di bidang sablon
·
Untuk menambah ilmu pengetahuan dan bekal masa depan
bagi remaja
D.
Hasil pembinaan kepemudaan
Hasil yang diharapkan pada
kegiatan pembinaan kepemudaan agar pemuda yang dibina tersebut dapat
berpartisipasi dalam melestariaan
lingkungan dan dapat meningkatkan potensi pemuda dalam kewirausahaan, kepeloporan dan kepemimpinan.
BAB II
PELAKSANAAN PROGRAM
A.
Tempat dan Waktu Pelaksanaan Program
1.
Tempat Pelaksanaan Pelatihan
Praktek
Pelatihan dan Pembinaan program ini dilakukan secara bertahap. Tahap penjelasan
secara teori diadakan dirumah salah satu warga yang bernama Dwi Wahyu Wijaya tepatnya
yaitu RT.04 RW.01, Desa Bandungrejo, Kec. Mranggen, Kab. Demak selaku
Mahasiswa yang melakukan praktik kepemudaan
2.
WAKTU PELAKSANAAN.
Kegiatan dilaksanakan
sebanyak 7 kali pertemuan, selama dua hari dalam satu minggu, yakni setiap hari
sabtu dan hari minggu pada jam 15.30 - 16.30 WIB mulai tanggal 11 Oktober 2014
– 31 Oktober2014. Adapun Jadwal Pelaksanaan sebagai berikut :
|
PERTEMUAN
|
HARI / TANGGAL
|
MATERI
|
TEMPAT
|
PEMATERI
|
|
I
|
SABTU/
11
Oktober 2014
|
Memberikan
penjelasan tentang awal penyablonan
|
Bandungrejo RT.04 RW.01 Mranggen
|
Dwi Wahyu Wijaya
(
Praktikan )
|
|
II
|
MINGGU/
12
Oktober 2014
|
Memperkenalkan
bahan dan alat yang digunkan dalam proses penyablonan
|
Bandungrejo RT.04 RW.01 Mranggen
|
Dwi Wahyu Wijaya
(
Praktikan )
|
|
III
|
SABTU/
19
Oktober 2014
|
Menjelaskan
kegunaan bahan bahan campuran yang digunakan untuk menyablon.
|
Bandungrejo RT.04 RW.01 Mranggen
|
Dwi Wahyu Wijaya
( Praktikan )
|
|
IV
|
MINGGU/
20
Oktober 2014
|
Melakukan tanya
jawab tentang proses penyablonan sebelum ke proses penyablonan yang
sebenarnya
|
Bandungrejo RT.04 RW.01 Mranggen
|
Dwi Wahyu Wijaya
(
Praktikan )
|
|
V
|
SABTU/
29 Oktober 2014
|
Memberikan contoh
melakukan penyablonan sesuai urutan yang benar.
|
Bandungrejo RT.04 RW.01 Mranggen
|
Dwi Wahyu. Wijaya
( Praktikan )
|
|
VI
|
MINGGU/
30
Oktober 2014
|
Mengawasi dan
membina anggota remaja saat melakukan penyablonan
|
Bandungrejo RT.04 RW.01 Mranggen
|
Dwi Wahyu Wijaya
(
Praktikan )
|
|
VII
|
SENIN/
31
Oktober 2014
|
Para
pemuda Krangtaruna melakukan
penyablonan satu per satu sebagai penilaian unjuk kerja, yang dilakukan
sebagai pemantapan hasil akhir dari praktik pembinaan program kepemudaan.
|
Bandungrejo RT.04 RW.01 Mranggen
|
Dwi Wahyu Wijaya
|
B. Materi
Pelatihan/Kegiatan
Sebelum melakukan praktek sablon, remaja
diberikan penjelasan tentang peralatan sablon dan bahan yang akan digunakan
untuk menyablon sebagai berikut:
1. Screen Sablon
Alat ini berfungsi sebagai perantara tinta
sablon ke media sablon. Screen sablon terdiri dari rangka (midangan) dan kain
kassa (kain screen). Rangka biasa dibuat dari kayu atau alumunium. Screen
memiliki berbagai macam ukuran, ada yang berukuran 15 cmx 25 cm atao 30cm x
40cm sampai ukuran 8 meter yang biasa dipakai untuk membuat spanduk. Demikian
juga kain kassa memiliki pori-pori yang berbeda-beda, misalnya T48 atau T61
biasa dipakai buat nyablon kaos atau spanduk, yang lain T160, T180, T200 biasa
dipakai untuk nyablon stiker atau plastik.
2. Obat faruk
Bahan ini digunakan untuk mengafdruk
gambar dari film ke screen. Biasanya terdiri dari dua botol, botol besar adalag
obat afdruknya, botol kecil pecampurnya, usahakan mencampur disesuaikan dengan
kebutuhan, karena kalau terlalu lama obat afdruk tidak dipakai akan rusak.
3. Film Sablon.
Adalah gambar yang sudah diprint/dicetak
pada kertas. Biasanya yang dipakai ngeprint adalah printer laser jet karena
printer laser jet memiliki kepekatan warna hitam yang merata, sehingga
memudahkan ketika mengafdruk film ke screen. Film sablon biasanya diprint
dikertas karkir. Kalau aku pribadi pakai kertas biasa yang diolesi dengan
minyak goreng dengan tujuan agar kertas tembus cahaya.
4. Coater
Coater adalah alat yang dipakai untuk
mengoleskan atau meratakan obat afdruk ke screen, kita juga bisa menggunakan
alat lain selain coater seperti penggaris busur derajat atau mika, dan perlu
diingat keadaan permukaan pinggir mika harus rata, lebih baik lagi kalau
ditipiskan pinggirnya.
5. Hair Dryer /
Kipas Angin
Dipakai untuk mngeringkan screen, karena
screen yang sudah diolesi obat afdruk tidak boleh terkena cahaya matahari
dengan intensitas tinggi. Oleh karena itu pake hair dryer diruangan tertutup
dan agak gelap untuk menjaga kegagalan mengafdruk film.
6. Papan
triplek, Busa Spon, Kain Hitam, Kaca 5mm.
Untuk menjemur
kaos hasil penyablonan setelah proses penyablonan yang sudah dicetak.
7. Rakel semacam
karet dengan permukaan rata.
Rakel berfungsi untuk meratakan dan
menyablonkan tinta kemedia sablon. Terdiri dari dua bagian karet rakel dan
pegangannya, biasanya kayu atau alumunium.
8. Tinta Sablon.
Ada bermacam-macam jenisnya tergantung
media apa yang akan kita sablon. Biasanya dicampur dengan pigmen (pewarna) dan
binder (anti luntur), apabila terlalu encer bisa dicampur dengan Emulsifir
(pengencer), dan apabila terlalu kental bisa di tambahkan garam sedikit.
9. Meja sablon.
meja sablon, fungsinya unutk meletakkan
media yang akan disablon. Untuk sablon kaos manual meja tidak perlu pakai
catokan.
10. Latek / Lem
Kain (Lem Stiker)
Dipakai pada waktu nyablon kaos, atau kain
yang disablon lebih dari satu warna. Kalau dalam jumlah banyak lem dioleskan
pada beberapa lembar triplek seukuran kaos atau media gambar yang kita sablon
Setelah remaja desa Bandungrejo
RT.04/RW.01 sudah memahami berbagai jenis alat dan bahan baru kemudian masuk
ketahap berikutnya, yaitu praktek secara langsung proses sablon
C.
Strategi Dan Deskripsi Jalannya Kegiatan
Strategi dan
deskripsi jalannya kegiatan para pemuda diperkenalkan alat-alat dan bahannya
untuk menyablon, dan setelah itu para remaja di tes dengan di beri beberapa pertanyaan nama-nama
alat dan bahan sablon, setelah bisa mengenal alat-alat dan bahan-bahan yang
akan di pergunakan nanti, para remaja diperlihatkan dahulu cara menyablon yang
benar, memperhatikan dengan seksama, lalu di Tanya apakah ada pertanyaan, setelah itu di beri
pengarahan dan tidak ada pertanyaan dari remaja, setiap remaja mempraktekan satu
persatu, dengan
di awasi dan di bina pelan-pelan agar tidak ada kesalahan dalam menyablon.
BAB III
TEMUAN DAN HASIL
A.TEMUAN/HASIL EVALUASI PROSES
Dalam kegiatan ini para remaja sangat antusias, dan bersemangat untuk
memelajari proses sablon ini. akan tetapi, Masih banyak pemuda yang sering
mengabaikan atau tidak melakukan proses sablon dengan cara yang benar, sehingga mengakibatkan hasil cetak
sablon kurang memuaskan.
Dalam melakukan proses sablon ada beberapa tahap
dan langkah langkah yang harus dilakukan untuk mendapatkan hasil cetak sablon
yang sesuai. Pada tahap pertama yang harus dilakukan adalah proses design.
Proses ini berkaitan dengan idea atau gagasan yang diwujudkan dalam suatu
proses pencitraan. Kemudian proses ke dua adalah tahap saat cetak, saat
mencetak yang perlu anda perhatikan adalah penggunaan tehnik sapuan rekel yang benar.
Karna tugas cetak sebenarnya sangat sederhana yaitu memindahkan tinta atau
media yang di inginkan melalui kain saring atau screen. Setelah itu masuk pada
tahap pasca cetak, yang perlu dilakukan dalam tahap ini adalah proses drying,
proses drying adalah proses untuk mengeringkan tinta pada kaos yang sudah
disablon. Setiap tinta cetak memerlukan waktu untuk mongering dengan sempurna,
bahkan bila tinta di pegang dan dirasa permukaanya sudah mongering, belum tentu
tinta itu sudah mengering dengan sempurna. Oleh karna itu proses penyablonan
harus dilakukan dengan teliti dan hati hati jika ingin mendapat hasil yang
maksimal.
B.TEMUAN/HASIL EVALUASI PRODUK
Dalam kegiatan ini produk yang di dihasilkan masih kurang memuaskan. Ini
disebabkan karana kurangnya ketelitian pada saat remaja melakukan proses
penyablonan. Sehingga hasil dari penyablonan remaja ada yang sedikit pecah–pecah. Namun hasil
produk yang mereka buat cukup memuaskan untuk seseorang yang sedang dalam
proses belajar.
C.PEMBAHASAN
Pembahasan setiap
remaja mencoba menyablon dengan di bimbingan,dan pengawasan setelah
mendengarkan arahan dan strategi menyablon dengan benar, pada saat sebelum
melakukan sablon para remaja masih kebingungan, di karenakan masih terlalu
bingung untuk memahami istilah dalam sablon menyablon, pada saat melakukannya
pun para remaja masih ragu-ragu belum yakin
hasilnya akan kah baik atau tidak, tetapi setelah di beri motivasi, arahan para remaja yakin meskipun
belum 100 %, untuk hasil bisa di katakan lumayan, walaupun tidak terlalu bagus,
tetapi cukup memuaskan dan cukup membuktikan bahwa dibalik keinginan mau
belajar yang kuat maka akan tercipta hasil yang kita inginkan.
D. GAMBARAN KEGIATAN
·
Anggota remaja saat akan melakukan kegiatan
penyablonan

·
Menerangkan
alat dan bahan sablon

·
Memasangkan
kaos yang akan di printing pada papan

·
Memeberikan
bimbingan kepada remaja cara membuat cetakan screen

·
Mencampurkan bahan untuk warna sablon

·
Memberi contoh printing

·
Membina anggota remaja saat menyablon

·
Hasil sablon yang sudah jadi

BAB IV
KESIMPULAN,SARAN, DAN TINDAK
LANJUT
A.KESIMPULAN
Para remaja sangat antusias
mengikuti materi yang di ajarkan,dan remaja sangat bersemangat untuk melakukan
praktek langsung,setelah materi dan pengarahan selesai remaja-remaja mencoba
satu per satu di awasi dan di beri pengarahan setiap melakukan praktek
menyablon,tetapi ada beberapa remaja yang masih belum bisa menyablon,di
karenakan waktu di beri pengarahan tidak mendengarkan dengan baik, dari 7
remaja yang mencoba menyablon kaos yg sablonnannya bisa di katakan bagus hanya
3- 5 orang.
B.SARAN
Untuk para remaja seharusnya dalam mencoba melakukan praktek jangan ragu-ragu
untuk mencobanya, dan jangan takut salah dalam mencoba praktek menyablon. Harus
percaya diri dan tenang dalam menyablon jangan tergesa-gesa dalam melakukan
printing, dan harus bersabar dalam melakukan printing, karena apabila
tergesa-gesa gambar yang di sablon akan jelek dan biasanya hasil sablonnya pecah-pecah.
C.TINDAK LANJUT
Untuk Para remaja akan di bina lagi sampai
mampu benar-benar paham dalam menyablon, dan akan di laksanakan setiap hari
minggu siang, di karenakan untuk hari minggu biasanya para remaja tidak ada
kegiatan, dan akan lebih fokus untuk menjalani proses belajar tentang sablon.
BAB V
LAMPIRAN – LAMPIRAN
A.
DAFTAR ANGGOTA YANG
MENGIKUTI PROGRAM KEPEMUDAAN
Nama – nama pemuda karangtaruna Desa
Bandungrejo yang
mengikuti program kepemudaan dalam kegiatan PENYABLONAN
|
NO
|
NAMA
|
TEMPAT / TANGGAL LAHIR
|
JENIS KELAMIN
|
ALAMAT
|
|
1.
|
Muhamad sulkan
|
Demak, 29-05-1989
|
LAKI – LAKI
|
Bandungrejo RT.04 RW01
|
|
2.
|
Candra prasetya
|
Demak, 23-07-1995
|
LAKI – LAKI
|
Bandungrejo RT.04 RW01
|
|
3.
|
Pipit dian prasetyo
|
Demak, 27-11-1989
|
LAKI – LAKI
|
Bandungrejo RT.04 RW01
|
|
4.
|
Panji gunawan
|
Demak, 27-08-1996
|
LAKI – LAKI
|
Bandungrejo RT.04 RW01
|
|
5.
|
Afik kurniyanto
|
Demak, 03-02-1994
|
LAKI - LAKI
|
Bandungrejo RT.04 RW01
|
|
6.
|
Aris krisnanto
|
Blitar, 31-07-1995
|
LAKI – LAKI
|
Bandungrejo RT.04 RW01
|
|
7.
|
Galih prakoso
|
Demak, 26-07-1995
|
LAKI - LAKI
|
Bandungrejo RT.04 RW01
|
B. LAMPIRAN FOTO COPY KARTU
TANDA PENDUDUK

C. DAFTAR HADIR
Daftar Hadir
para pemuda karang taruna Desa
Bandungrejo yang mengikuti program Kepemudaan dalam kegiatan PENYABLONAN.
|
No
|
Nama
|
PERTEMUAN KE
|
KETERANGAN
|
||||||
|
I
|
II
|
III
|
IV
|
V
|
VI
|
VII
|
|||
|
1.
|
Muhamad sulkan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2.
|
Candra prasetya
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3.
|
Pipit dian prasetyo
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4.
|
Panji gunawan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5.
|
Afiq kuernianto
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
6.
|
Aris krisnanto
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
7.
|
Galih prakoso
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Mengetahui,
TUTOR Mahasiswa
SUKIMAN, SPd, M.Pd DWI WAHYU
WIJAYA
ID.42501730 NIM.
822497206
Tidak ada komentar:
Posting Komentar